Goodnight everyone! Haloooo tumblr-ku :) Semoga selama aku tinggal kamu tak berdebu dan berkutu ya. Kalau berkutu dengan kutu seperti Zarry Hendrik itu aku mau :3
Help! Teriakan tolong mungkin hanya salah satu kata yang bisa dijadikan gambaran isi kepala aku dan teman-teman basis TT2B :| Rasanya hal yang akan selalu menghantui tiap minggu kami ya itu, bukan hantu, tapi AU!!
Laporan Laboratorium Alat Ukur, sebenarnya gak masalah.. yang masalah itu karena harus ditulis tangan. Silahkan dibayangkan.. kalau satu laporan.. masih oke.. dua laporan.. oke.. tiga.. empat.. setiap minggu.. itu nggak oke.
Kurang tidur itu jelas! Paham sih maksud kami diberi tugas itu untuk melatih diri supaya saat Tugas Akhir nanti terbiasa. Tapi….
Whoop! Sudahlah.. berpikir positif mariiiiii…
Semoga.. bersusah-susah kini.. berbahagialah kami kelak. Aamiin…
Satu lagi!
Ada quote spesial loh : “Selagi kamu bisa gak tidur, ya gak usah tidur” -____-
Sekian… Huehehe
See you soon!
Heylo!
Udah lama deh rasanya aku gak nulis di buku harian elektronikku satu ini. How’s your day tumblr-ku? ;p
Berapa orang yang melirik kamu? Adakah? Atau sama sekali gak ada. Ah, poor you :’( Maafin aku yaaaa..
Oke, aku mau curhat sih sebenarnya. Belakangan ini nih ya.. ada kabar si big boss afganisme itu, si Mr. Dimples itu lagi deket sama si cantik MA. Mungkin kamu akan bertanya, terus kenapa?!
Yes, you right! Gak masalah, gak akan masalah sama sekali buat aku dong. Aku gembira sekali pastinya. Apa yang salah? Menurutku wajar, itu artinya idola-ku Afgansyah Reza itu normal :p Tentu aku mendukung, MA itu smart. Yah meskipun masih berharap Afgan sama aku, aku kan sama MA seumuran.. kan sama :p (abaikan ini, bercanda kok aseli deh hehe)
Tapi entah kenapa banyak afganisme yang merasa terganggu dengan ini. Kenapa coba? Jadi? Yang aneh aku? Atau mereka? Apa aku bukan the real afganisme? Kenapa aku gak ikut sebel? Kenapa aku gak ikut patah hati (halah)? Kenapa aku kenapa oh kenapa? -____-“
Pertanyaan itu muncul bertubi, gimana aku menjawabnya.
Oke gini, aku tak memungkiri sih dulu aku juga pernah sebel saat banyak gosip Afgan dan wanitanya :p
Banyak gosip yang saat itu membuat hati para remaja putri pasukan afganisme gak karuan. Gosip Afgan sama Thalita Latief, Eva Celia, Olive Jensen, dan yang terakhir sempet bikin geger dunia per-twitteran adalah Arlene Rainamira :p Tapi itu dulu loh, aku sebelnya dulu, dulu, dulu.. hehe.
Sekarang kayaknya kalo berpikir yang dulu itu, suka lucu sendiri, segitunya ya aku? Fakto umur menjadi alasan besar sepertinya. Tapi sekarang menurutku, aku tersadar satu hal, aku ini cuma FANS. Itu. Fix! Closed!
Mereka-dia ‘Idola’ sudah melakukan tugas mereka, membuat karya yang epic, membuat masyarakat kagum dengan karya mereka, menghibur penikmat musik. Kita sebagai FANS penikmat karya mereka tugasnya apa? Mendukung dan terus mendukung mereka dalam berkarya. Kasarnya begitu kan.
Untuk urusan pribadi, itu aku kembalikan kembali ke pribadi ‘Idola’ ku :) Itu sepenuhnya hak mereka. Jadi.. untuk hubungan ‘Idola’ ku dengan MA itu adalah masalah hati dua insan manusia. Aku cukup bahagia dan mendukung mereka, tapi kalau ada yang merugikan ‘Idola’-ku aku dan Afganisme beraksi :p Hehehe…
Tumblr-ku sudah deh curhatku. Thanks for being my good listener :))
Tuhan hanya mengizinkan aku jadi telingamu, yang mendengar keluh kesah dan gundah mu. Bukan menjadi dia yang menjadi penyebab semua itu.
Kau menjauh, perlahan, pasti.
Hingga kini bayangmu hampir tak ku lihat dalam ruang pikir. Tergantikan.
Aku sadar itu.
Tapi aku tetap bersyukur. Karena di ruang hatiku bayangmu abadi, terpajang cantik sebagai bagian perjalanan hidupku.
Aku bisa merasakan cintamu, menjalari tiap ruang sel di hatiku.
Aku bisa menghirup aromamu,
saat kita tak sengaja bertemu raga.
Aku bisa tersenyum melihat rangkaian kata yang kau kirim untukku.
Satu yang tak dapat ku lakukan..
Aku tak dapat menyentuhmu, dan memilikimu.
Kau bagai angin, yang bisa kurasa.. ku hirup wanginya, dan selalu membuat ku tersenyum dengan aroma angin setelah hujan.
World AIDS Day 2012 Observed Around the World
- A red ribbon sand sculpture created by Indian sand artist Sudarshan Patnaik on the eve of World AIDS Day, on a beach in the eastern Indian state of Odisha, 30 November, 2012
- Children suffering from HIV/AIDS form an AIDS ribbon as part of an AIDS awareness campaign to mark World AIDS Day in Mumbai, 1 December, 2012
- Activists from a non-governmental organisation (NGO) light candles during an AIDS awareness campaign on the eve of World AIDS Day in Agartala, capital of India’s northeastern state of Tripura, 30 November, 2012
- Candles arranged in the shape of an AIDS ribbon in Kiev, 29 November, 2012
- Supporters of people living with HIV and AIDS light candles to form a ribbon, to mark World AIDS Day at Heroes Shrine in Quezon City, Metro Manila, 1 December, 2012
- Supporters of people living with HIV and AIDS light candles to form a ribbon, to mark World AIDS Day at Heroes Shrine in Quezon City, Metro Manila, 1 December, 2012
(via ruineshumaines)
Halo! Selamat pagi.. :)
Apa kabar? Jujur Aku rindu. Rindu.
Bukan rindu pada kekasih atau yang lain. Tapi rindu padamu.. tumblr-ku.
Sudah lama rasanya tidak melihatmu, sudah lama rasanya jemariku tidak bersenda gurau menceritakan kisahku padamu.
Sebenarnya aku ingin menulis ini sudah lama, ya.. tentang hal ini, tentang benda satu ini.. RADIO.
Apakah seseorang yang MASIH mendengarkan ‘radio’ pada zaman ini dikatakan sebagai seseorang yang kuno? cupu? atau apa?
Kalo memang iya, itu artinya aku orang dulu, kuno, dan cupu.
Itu yang aku simpulkan dari percakapan singkatku dengan teman baru saat pertama kali masuk SMA dulu.
“Lu suka dengerin radio? Yang ninetyniners ninetyniners itu? Lu ngapain deh?”, tanyanya sambil menahan tawa.
“Iya, gue suka dengerin. Terus kumpul-kumpul gitu sama pendengar yang lain.”
“Iya.. jadi.. lu suka dengerin radio”, kali ini dengan ekspresi yang sangat tersirat.. dan tawa yang… ya aku tau itu meledek.
Entahlah, mungkin dia berpikir aku seperti mereka yang ada di acara musik televisi itu. Bergoyang-goyang, menjerit.. singkatnya.. mungkin dia berpikir aku.. ALAY.
Tidak! Enak saja..
Seseorang yang mendengarkan radio bukan alay, mereka pencinta musik, bahkan mereka bisa berwawasan musik lebih luas dari orang lain.
Sejak saat itu, aku mulai menjaga jarak hingga memang benar-benar menjauh dari orang itu.
Bukan karena aku langsung membenci dia, tapi jujur rasanya sedih. Seakan dia mengejek secara halus. Sakit loh.
Hahaha… maaf aku berlebihan.
Tapi ya memang seperti itu. Aku jengkel.
Ada yang salah dengan radio? Aku rasa kegiatan itu menyenangkan. Sangat.
Banyak hal baru yang aku ketahui, terutama tentang musik.
Banyak informasi yang aku dapat, tentang banyak hal.
Tidak hanya itu, aku bisa mengenal banyak orang dengan berbagai latar belakang dan karakter.
Sangat..sangat..sangat..menyenangkan :)
Tidak percaya? Coba saja buktikan!
Bagiku mendengarkan radio itu membuat hati bahagia, senang, dan satu lagi… membuat aku tersenyum sendiri.
Nah, ada satu yang unik.. saat kau mendengar suara si penyiar di seberang sana pasti kau akan membayangkan seperti apa wajah si penyiar dengan suaranya yang renyah, lembut,bahkan ada yang serak-serak becek :P
Aku tidak malu untuk mengatakan : aku seorang RADIO LOVERS! <3
Aku bangga, bahagia.. Menurutku, tanpa musik hidupmu kosong. Bagaimanapun karakter dan sifat seseorang, pasti ada satu hal yang pernah mereka lakukan.. mendengarkan musik. Musik itu bahasa yang universal.
Musik itu penggambaran banyak hal, cinta, benci, rasa malu, dan semua.
Jadi menurutku, orang yang menganggap mendengarkan radio itu ‘cupu’.. Hai! Coba kau pikir ulang. Mungkin… dirimu yang cupu ;)

Turn on your radio, and you will be happy when listening to music!
Love,
Fanny :)